Pendaftaran Reuni Akbar Alumni 2026 telah dibukaKajian Subuh Bersama setiap Ahad pekan kedua di Masjid Pusat
Karier

Kisah Alumni Membangun Tahfidz Center di Bekasi

Berawal dari mengajar tiga anak tetangga di teras rumah, Hasan Basri kini mengelola tahfidz center dengan ratusan santri di Bekasi. Ia memadukan idealisme dakwah dengan pengelolaan yang profesional.

Fikri Achmad Anshori1 menit baca
Foto utama — Kisah Alumni Membangun Tahfidz Center di Bekasi

Tidak semua jalan karier harus berujung di kantor. Bagi Hasan Basri, alumni angkatan 2008, panggilan hatinya justru mengantarnya membangun sebuah tahfidz center di Bekasi yang kini membina lebih dari dua ratus santri dari berbagai usia.

Semuanya bermula sekitar delapan tahun lalu, ketika Hasan yang saat itu bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan mulai mengajar mengaji tiga anak tetangga di teras rumahnya selepas Maghrib. Kabar dari mulut ke mulut membuat jumlah murid terus bertambah hingga teras rumah tak lagi mampu menampung.

Hasan kemudian memberanikan diri berhenti bekerja dan menyewa sebuah ruko kecil. Ia menyusun kurikulum hafalan bertahap, merekrut pengajar dari kalangan alumni pesantren, dan menerapkan pencatatan perkembangan hafalan yang rapi sehingga orang tua dapat memantau kemajuan anak-anak mereka.

Menurut Hasan, pengalaman di Darul Hikmah sangat membekas dalam cara ia mengelola lembaganya. "Di pesantren saya belajar disiplin, kemandirian, dan bahwa mengajar Al-Qur'an adalah amanah besar. Karena amanah, ia harus dikelola dengan sungguh-sungguh dan profesional," tuturnya.

Kini tahfidz center yang dikelolanya telah memiliki gedung sendiri dan program beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hasan berharap semakin banyak alumni yang berani mengambil peran di bidang pendidikan Al-Qur'an, sesuai kapasitas masing-masing.

BagikanWhatsAppFacebookX

Artikel Terkait