Mengenal Tauhid: Fondasi Utama Seorang Muslim
Tauhid adalah fondasi seluruh bangunan keislaman seseorang. Mengenal maknanya membantu kita memahami mengapa setiap ibadah, harapan, dan rasa takut hanya layak ditujukan kepada Allah.
Tauhid adalah inti dari ajaran Islam. Kalimat la ilaha illallah yang kita ucapkan setiap hari bukan sekadar lafaz, melainkan pengakuan dan komitmen bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah. Di atas fondasi inilah seluruh bangunan ibadah, akhlak, dan muamalah seorang muslim didirikan.
Para ulama menjelaskan tauhid dalam beberapa aspek. Pertama, mengesakan Allah dalam penciptaan, pengaturan, dan pemberian rezeki. Kedua, mengesakan Allah dalam peribadatan, sehingga doa, shalat, nazar, rasa takut, dan harapan hanya ditujukan kepada-Nya. Ketiga, meyakini nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagaimana yang Dia tetapkan bagi diri-Nya tanpa menyerupakan-Nya dengan makhluk.
Surah Al-Ikhlas merangkum makna tauhid dengan sangat indah: Allah Maha Esa, Allah tempat bergantung segala sesuatu, Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya. Tidak mengherankan jika Rasulullah menyebut surah ini sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an.
Tauhid bukan hanya materi hafalan di kelas aqidah. Ia memengaruhi cara kita menjalani hidup. Orang yang bertauhid tidak menggantungkan harapan kepada jabatan atau manusia, tidak mudah putus asa ketika ditimpa musibah, dan tidak sombong ketika mendapat kenikmatan, karena ia yakin semuanya berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.
Allah berfirman dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56 bahwa Dia tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah-Nya. Mengenal tauhid berarti mengenal tujuan hidup kita sendiri. Karena itu, mempelajari dan menjaga kemurnian tauhid adalah kewajiban sepanjang hayat, bukan hanya pelajaran di masa mondok.
